Musisi Perempuan dari Berbagai Negara Akan Membuka New Music Series, The Alex Blake Charlie Sessions di Singapura

Musisi Perempuan dari Berbagai Negara Akan Membuka New Music Series, The Alex Blake Charlie Sessions di Singapura

22 Nov 2019 10:40
popindie

Save the best for the last adalah sebuah ungkapan dimana yang cukup tepat menggambarkan The Alex Blake Charlie Sessions. Sebuah festival musik indie penutup di tahun 2019 yang juga tidak mungkin untuk dilewatkan oleh para pecinta musik di tahun ini. Nantikanlah gelaran yang sangat mencengangkan mata dengan sensasi dari musik didalam suasana seru dan juga penuh kedekatan. The Alex Blake Charlie Session ini akan menjadi sebuah ajang musik yang cukup spektakuler di bulan Desember mendatan.

The Alex Blake Charlie Sessions ini merupakan gelaran yang pertama akan diselenggarakan oleh 24OWLS, dalam sebuah bisnis kolektif baru yang telah dibentuk oleh wajah-wajah yang sama di balik terselenggaranya lima edisi terakhir dari Laneway Festival Singapore. Saat ini 24OWLS telah memiliki sebuah komitmen untuk membuat terobosan yang baru pada dunia musik dan lifestyle berada di Singapura.

Digerakkannya oleh sebuah misi, acara tersebut hadir untuk menciptakan pengalaman yang unik bagi pencinta musik dengan mempersembahkan penampilan dari beberapa artis mulai dari R&B, pop rock hingga indie folk beserta electronica.

Konsepnya yang sesuai dengan acara day-long immersive music adalah acara musik yang pertama dengan menyajikannya penampilan dari para musisi perempuan yang berasalkan dari berbagai negara dan juga Singapura. Gelaran dari musik tersebut akan diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 7 Desember 2019 dan juga berlokasi di sebuah area pembangkit listrik yang sudah tidak lagi digunakan kembali ialah, Pasir Panjang Power Station.

Sebuah lokasi yang cukup bersejarah dan juga cukup besar dan tidak biasa ini akan diuban menjadi sebuah tempat yang dimana menakjubkan yang telah menggabungkan gelaran musik secara langsung, bazaar, makanan dan juga minuman, serta merta tempat istirahat yang cukup nyaman didalam satu kawasan tersebut.

Acara ini-pun telah dimeriahkan oleh:

Cate Le Bom (musisi avant-pop asal Wales), Charly Bliss (band post-pungker yang sedang naik daun asal dari London), Kero Kero Bonito (band indie pop berasal dari Inggris dengan cokalis yang sedang menjadi sorotan, Sarah Midori Perry), Ladies of LCT Soundsystem (duo srikandi DJ asal New York, Nancy Whang and Rayna Russom), Soak (penyanyi sekaligus pencipta lagu berasal dari Irlandi Utara yang juga dikenal sebagai Bridie Monds-Watson), Ginette Chittick (bassit asal Singapura yang berbakat dari band astreal yang mengusung musik dream-pop dengan set DJ indie rock yang memukau), Vandetta (Pelantun electro-soul R&B Singapura yang cukup memikat).

Pasir Panjang Power Station ini telah berada di kawasan yang terpisah. Kawasan dari Pasir Panjang ini memiliki suasana yang cukup memesona dengan keindahan alam yang cukup mengagumkan (Cagar Alam Labrador, HortPark, dan juga Mount Faber) berserta kawan kuliner (Uncle Ho Tuckshop untuk makanan Hanoi, PeraMakan untuk makanan Peranakan dan juga Pusat Makanan Pasir Panjang), ini adalah sebuah lokasi yang alternatif dan juga menarik bagi para turis.

24OWLS sendiri telah memiliki kreativitas yang cukup berbeda, akan tetapi saling melengkapi antara ide-ide “liar” luar biasa, dikembangkan juga dengan hasrat mendalam, yang telah terwujudkan didalam 24OWLS. 

Pada tahun 2019 ini pencinta budaya serta juga segala yang telah berkaitan dengan musik bertemu dan juga mencetuskan 24OWLS. Diawali oleh spontanitas dan juga perencanaan yang cukup matan dan pada akhirnya menghasilkan karya yang penuh kebebasan pragmatis dan juga progresif. 24OWLS juga telah memutuskan untuk menghasilkan sebuah karya yang cukup mengeksplorasi berbagai spektrum aliran musik serta juga kedalam perasaan yang telah membumi, sebuah natidot sebagai bentuk dari penolakan bagi ajang musik yang sifatnya mekanis. Saat ini pun 24OWLS bermarkasi tepatnya di Pasir Panjang Powet Station dimana mereka membahan tentang bagaimana untuk menembus batas kreativitas serta juga memiliki ide yang spektakuler.