Jamers Tahu Voice of Baceprot? Yuk Kenalan Sama Tiga Hijabers Metal Ini Dan Beberapa Fakta Dibalik VoB

18 November 2020 16:00

Voice of Baceprot (VoB) mulai ramai diperbincangkan di dunia musik khususnya skena metal. Tampil dengan hijab style menjadikan grup band VoB dibilang unik, karena tiga cewek asli Garut, Jawa Barat ini hadir dengan aliran metal.

Beranggotakan Firda Kurnia (vokal dan gitar), Euis Siti Aisah (drum) dan Widi Rahmawati (bass) walaupun bertiga musik yang disuguhkan VoB padet banget menurut mimin, kayak mimin lagi dengerin Dream Theater tapi versi lokal.

Grup metal lahir pada tahun 2014. Firda, Widi dan Euis ini ternyata memang berada dalam satu sekolah yang sama sejak sekolah dasar dan akhirnya memutuskan membentuk band Voice of Baceprot saat sekolah di Madrasah Tsanawiyah Al-Baqiyatussholihat.

Dan mimin mau kasih tahu ke jamers beberapa fakta dibalik Voice of Baceprot:

Kenapa mereka memilih nama ‘Voice of Baceprot’?

‘Baceprot’ adalah sebuah kata dalam bahasa daerah sunda, yang artinya adalah berisik. Dan Voice of Baceprot memiliki visi ingin menyajikan metal yang positif, “The other side of metalism” istilah dari VoB dan ingin merubah pandangan orang-orang yang berpikir bahwa musik metal adalah negatif. Nama Cep Ersa Ekasusila atau kerap disapa Abah ini juga berperan penting dibalik grup band VoB.

guru bimbingan konseling mereka saat SMP, Cep Ersa Ekasusila Satiaalias Abah. Abah bukan saja sebagai teman curhat para remaja ini, namun juga lawan diskusi dan bertukar referensi seputar musik. Pemikiran kritis para hijaber muda ini tidak terbendung, mereka kerap melontarkan kritik terhadap kondisi sosial yang ada lewat berbagai tulisan satire yang dipublikasikan melalui majalah dinding di sekolah.Singkat cerita, tiga remaja putri ini di bawah asuhan Abah, sepakat melampiaskan kegelisahan dan gagasan mereka lewat lirik musik dalam payung VoB.

Bukan lahir dari background keluarga musisi, melainkan berasal dari keluarga buruh.

Mereka (VoB) tidak lahir dari keluarga musisi. Ayah Firda dan Siti bekerja sebagai seorang buruh tani dan ayah Widi adalah seorang buruh pabrik.

Kondisi keterbatasan tak halangi ketiga cewek ini untuk terus bermusik.

Firda, Siti dan Widi tidak berasal dari kondisi dengan privilege, baik di sekolah ataupun di rumah. Gitar “Kopong” dan alat musik yang ada di sekolah mereka manfaatkan untuk belajar bermusik dan tanpa bimbingan seorang guru musik.

Sampai seorang kepala sekolah dari SMK Ristek Karawang memberikan sebuah kado kepada Widi dan ada pihak yang berbaik hati menyumbangkan instrumen dan peralatan bass elektrik kepada Widi:

“Punya satu amplifier bass, dikasih kado dari kepala sekolah SMK Ristek Karawang, beliau fans VoB. Amplifier itu dipakai gantian sama Firda,” kata Widi.

Kompleksitas yang ada pada VoB, mulai dari keterbatasan alat hingga mendobrak paradigma lingkungan justru semakin mematangkan grup ini. Jika semangat mereka tak cukup tinggi, tentu akan layu sebelum berkembang dengan sederet persoalan itu.

Hijab dan musik dua hal yang berbeda.

Hadir dengan berpenampilan islami ternyata ini menjadi sorotan bagi VoB yang beraliran metal. Banyak kritikan soal ini, VoB sampaikan sebuah kalimat untuk orang-orang yang mempermasalahkan hal ini:

“Kami ingin dikenal dari sisi musiknya bukan dari penampilannya, kami ingin dinilai secara objektif dari karya kami, bukan dari hijab.” Tutur mereka.

Merilis debut lagu pada tahun 2018 dan mini album pada 2019

Grup band Voice of Baceprot telah merilis lagu pertama mereka yang berjudul ‘School Revolution’ Bumi Musik 2018 dan di tahun berikutnya VoB merilis sebuah mini album bertajuk ‘Shoebox Sessions Shoemaker 2019, ini berisikan tiga buah lagu.

Dipuji oleh bassis dari Red Hot Chilli Peppers, Flea.

Bulan Mei 2020 kemarin salah satu video Voice of Baceprot di komentari oleh sosok yang tak biasa. VoB ketika tampil dan membawakan sebuah lagu dari grup band asal California yaitu Red Hot Chili Peppers berjudul “Coffee Shop” yang kemudian mereka unggah dalam platform Twitter dengan menuliskan:

“Yang kami pikirkan saat itu adalah bagaimana caranya kami lancer melafalkan ‘Coffee Shop’ bukan ‘kopi sop’ seperti biasanya (emoji ketawa) hail papi @flea333 Still #Speechless.” Tulis VoB.

Kemudian unggahan tersebut di respon oleh bassis RHCP, Flea:

Photo by twitter.com
Photo by twitter.com

Flea membalas unggahan yang menandai dirinya dengan sebuah tanggapan:

“wow kalian seperti kami (RHCP)? Membanggakan (emoji love).” Tulis Flea membalas VoB.

Punya penggemar di luar Indonesia.

"Ada penggemar kami dari Malaysia, Filipina, dan paling bikin kaget ada yang dari Israel. Ada yang kirim pesan dari Israel, dia mengapresiasi kami, tetap bermusik tanpa melepas hijab, dia mendoakan kami, mendukung kami, dan juga bertanya kapan kami tampil di Israel." kata sang gitaris sekaligus vokalis, Firda.

Gimana jamers keren bukan tiga hijabers metal ini. Coba deh dengerin lagu mereka “School Revolution” di youtube, mimin sih bilang lagunya enak. Hehe

Photo by youtube.com
Photo by youtube.com

Find Something New

Find your interest from various Jalur Musik features