Article Image Sumber: Cliff Freeth

Belajar Berproses Bersama MRNMRS Lewat She’s On Process

Satu band unik asal Lampung yang siap mengganti nasi menjadi mashed potato.


Jalurmusik.com Bagi kalian yang sedang diet, mengganti nasi dengan kentang atau mashed potato mungkin menjadi pilihan yang wajib. Mengganti nasi dengan kentang sebagai bahan pokok sama mengenyangkannya, bahkan kentang terhitung lebih sehat dibandingkan dengan nasi yang kaya akan karbohidrat karena kandungan kalori pada kentang yang lebih rendah dibandingkan dengan nasi.

Begitu pula dalam suatu band, instrumen gitar seperti menjadi sebuah bahan pokok yang harus selalu ada dalam setiap format band. Gitar adalah nasi. Gitar tidaklah buruk, dalam bermusik tentu kita tidak bisa menilai kualitas musik hanya dari instrumennya saja, melainkan bagaimana sinkronisasi mereka dalam menghasilkan irama musik yang baik. Namun, ketika sebuah format band tanpa gitar, akan jadi apa musiknya?

Bagi yang belum pernah mendengarkan MRNMRS mungkin akan terasa sedikit kaget ketika melihat formasi dan instrumen apa saja yang mereka pakai di panggung. MRNMRS terdiri dari Febyka Aprilia (vokal), Panji Ndrio (bass), dan Steven Wilim (drum). Sebuah formasi band tanpa gitar yang masih sangat jarang kita temui di dunia musik. Ibarat mengganti bahan pokok nasi menjadi mashed potato, tetap padat namun classy, MRNMRS tidak bergantung pada iringan gitar melainkan mengandalkan gorengan bass dari Panji dan dentuman drum dari Steven.

Ketika mendengarkan materi – materi dari MRNMRS sama sekali tidak merasakan kejanggalan atas ketidakhadiran instrument gitar di sana. Kita masih dapat mendengarkan musik yang enak, kredit untuk Panji atas petikan – petikan bassnya yang mampu menyihir para pendengar.

Sedikit kilas balik, penulis memang sebenarnya tidak asing dengan MRNMRS. Mereka sudah sangat terkenal di kota asalnya atas keunikan mereka. Orisinalitas merupakan kata yang tepat untuk menggambarkan MRNMRS ketika melihat betapa banyaknya band – band atau musisi yang latah beraliran Folk. Perjalanan MRNMRS sendiri juga terbilang panjang. Band yang terbentuk tahun 2012 ini juga sempat silih berganti format dan personil. Formasi awal dari duo hingga full band pun pernah mereka cicipi, sampai akhirnya saat ini tampil dengan format trio. Seperti yang penulis sebutkan di atas, MRNMRS pun dulunya sempat menggunakan gitar sebagai instrumennya, dan formasi awal saat itu belum menggunakan bass.

Meski telah berkali-kali menyaksikan penampilan mereka, namun berbeda rasanya  saat mendengarkan EP terbaru mereka berjudul 'She’s On Process'. Secara kualitas musik terasa lebih matang dibandingkan dengan format live nya. Hal itu bisa dimaklumi mengingat dengan format trio, MRNMRS sama sekali tidak menggunakan additional player ketika mereka tampil secara langsung, sedangkan di dalam albumnya ini kita bisa mendengar tambahan instrumen seperti keyboard dan launchpad, juga dengan balutan looping bass.

Melihat dan merasakan sendiri bagaimana band ini berkembang, Febyka Aprilia sebagai frontman sekaligus personil tetap dari awal berdirinya MRNMRS lalu menamakan judul EP nya ini dengan 'She’s On Process'. EP terbaru mereka menceritakan tentang bagaimana seseorang menjalani proses.

Semuanya berkaitan soal proses, entah itu proses hidup proses apapun, pokoknya proses yang ada di dalam kehidupan.

Lebih personal, dalam memberikan nama 'She’s On Process' ini sang vokalis, Febyka Aprilia berkomentar bahwa ini semua sangat erat kaitannya dengan dirinya.

Related sama si Ibev (nama panggilan sang vokalis), Ibev yang memang dari awal mengalami pasang dan surutnya MRNMRS dari pergantian personil, dan juga proses bagaimana membawa MRNMRS konsisten sampai sekarang dari 2012.” 

Setiap lagu – lagu di EP 'She’s On Process' ini juga menyampaikan cerita – cerita mengalami proses. Mulai dari lagu “The Boat” yang menceritakan tentang bagaimana setiap orang butuh wadah atau platform yang mengantarkan kita untuk menuju tujuan utama.

Entah di tengah laut kita menghadapi badai atau cuaca yang buruk, tetap aja kapal itu bakalan nganterin kita sampai ke titik di mana ke tempat yang kita tuju."

Lalu ada lagu berjudul “Dear Beardyman” yang menceritakan seorang pemuda brewokan yang struggle dalam mewujudkan mimpi – mimpinya. Di trek selanjutnya ada “Daydreaming” yang menceritakan tentang isi lamunan seseorang.

Tiap orang butuh ngelamun, untuk nyari inspirasi, untuk netralin pikiran yang lagi stress, entah itu ngelamun soal cinta-cintaan atau tentang gimana sih ke depannya kita hidup."

Berikutnya “When I was a Tree” yang menurut Febyka bakal menjadi salah satu lagu pamungkas dari MRNMRS. Di lagu ini mereka memvisualisasikan pohon yang mengalami penderitaan.

Seperti seseorang yang harus mau gamau menjalani hidup yang dia gamau tapi mau gamau harus lo jalanin. Si manusia yang divisualisasikan sebagai pohon ini lama – lama bakal bijaksana dan dewasa karena dia survive dengan kehidupan yang ga mudah.”

And the tree grow bigger and the tree grow wiser.”

Lagu terakhir berjudul “Await” yang menceritakan seseorang harus bersabar sedikit lagi untuk menunggu momen yang tepat, yang Tuhan sudah rencanakan untuk kita. Seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya, keseluruhan EP ini menceritakan tentang proses dengan cara yang berbeda – beda yang berada di tiap lagunya. Ingin menikmati karya MRNMRS? 'She's On Process' kini sudah dapat dinikmati di semua layanan streaming musik digital.